Jangan Share Semua Rahasia Bisnismu, Termasuk Ke Teman!

Maka, saat menjalin bisnis bersama teman, kamu pun harus siap hubungan pertemanan mengalami perubahan. Saat bisnis sukses menanjak, risiko perebutan kekuasaan mungkin saja terjadi. Dan ketika bisnis yang dibangun bersama runtuh, teman pun bisa mendadak jadi musuh. Membangun bisnis bersama teman sepertinya mudah dan menyenangkan. Kamu pun mengenal karakter, serta kelebihan maupun kekurangan rekan bisnis. Dengan begitu,lebih mudah untuk menetapkan peran dalam bisnis yang akan dijalankan.

Berbisnis dengan parter

Untuk bisa mencapai targets yang diinginkan, kamu perlu menyatukan pendapat dengan rekan kerjamu. Karena itu pastikan partner mu adalah orang yang bisa mengontrol egonya, dan terbuka pada saran dan kritik. Partner bisnis yang punya networking luas akan menguntungkan bisnis kamu kedepannya. Kamu akan lebih mudah menjalin kerjasama dengan banyak pihak yang membantu bisnismu semakin berkembang pesat.

Saya butuh ide kreatif dan trobosan dari mas Dhika, sementara mas Dhika perlu strategi dan eksekusi taktis yang rancangannya saya buat. Nah, untuk keinginan menuju tahap berikutnya, menjadikan teman sebagai rekan bisnis, paling tidak ada three hal yang mesti diperhatikan. Jika berbisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan, tetapi bisnis yang dijalankan dengan teman ini tidak terjadi, besar kemungkinan bisa berselisih paham. Ketiga, berbeda dengan bentuk pendanaan konvensional lainnya seperti venture capital. Dibutuhkan kerja keras dan usaha yang panjang untuk membangun sebuah usaha bersama yang maju dan sukses.

Sangatlah penting untuk mulai mencari associate bisnis yang pas buatmu sehingga tanggung jawab, modal, serta hambatan-hambatan usaha bisa kamu selesaikan bersama. Bagi sebagian orang mencari partner bisnis adalah pekerjaan yang mudah, namun bagi yang lain adalah sebuah tantangan. Anda bisa menerapkan 5 suggestions cara mencari partner bisnis yang baik diatas, untuk mempermudah Anda mendapatkan rekan bisnis yang Anda impikan.

Cocok sekali untuk kamu yang ingin membuka usaha dengan dana terbatas. Generasi z dan generasi milenial lebih menyukai pekerjaan yang memiliki waktu fleksibel. Sehingga banyak sekali anak muda yang membuka bisnis sebagai mata pencarian utama atau sampingan. Dalam membangun bisnis biasanya modal awal berasal dari diri sendiri, keluarga bahkan pertemanan.